Masjid Hijau Yesil Cami Bursa, Turki

Masjid tertua yang ada di Turki salah satunya ialah masjid Yesil yang ada dikota Bursa. Sedangkan denah masjid ini memang tidak seperti masjid pada umumnya yakni berbentuk seperti huruf T yang terbalik. Sedangkan eksterior masjid ini juga menggunakan bahan material berupa batu marmer. Sementara untuk interior masjid ini telah dipenuhi oleh indahnya keramik hias yang sengaja dibuat dari tangan manusia.

Alasan kenapa masjid ini disebut sebagai masjid Yesil Cami / Masjid Hijau (green mosque) ialah karena warna interior pada masjid ini telah didominasi oleh warna hijau dengan toska. Hal tersebut sama halnya dengan sebutan masjid blue mosque yang ditujukan pada masjid Sultan Ahmad Istanbul dikarenakan interior langit langit masjid ini berwarna biru.

Letak masjid Yesil cami ialah diatas bukit yang ada di kota bursa. Kawasan tersebut sekarang juga telah dikenal sebagai kawasan yesil ataupun kawasan hijau. Walaupun ukuran masjid ini tak terlalu besar, akan tetapi keindahan masjid ini sangat terlihat. Dengan menampilkan adanya peralihan seni bina pada era bani saljuk turki menujuke zaman usmaniyah turki.

Hal ini terlihat pada kubah besar yang dimilikinya dengan menara pendampingnya. Kondisi tersebut mencerminkan budaya dan bangunan khas masjid emperium usmaniyah. Masjid Green Mosque ini telah dibangun pada tahun 1421, ketika dalam pemerintahan sultan Celebi Mehmet.

Pada pintu masuk masjid ini juga dibangun menjadi gapura yang sangat besar dengan bentuk cerukan didalam. Bahan materialnya ialah dari marmer disertai adanya ukiran muqornas maupun hiasan lainnya yang disematkan pada gapura masjid yesil ini.

Sebagai penerangan, maka ruangan masjid ini dilengkapi oleh empat pintu dengan bentuk yang menjorok jauh didalam dinding serta teralis. Ditambah lagi jendela masjid yang dibuat pada sisi kiri maupun kanan yang akan mengatur udara masuk dan sinar matahari yang masuk dalam masjid ini. Pada jendela jendela itu juga diberikan hiasan berupa ukiran dari batu marmer.

Pada bagian mihrab masjid yesil cami ini juga terlihat sangat indah karena adanya keramik hias yang merupakan hasil buatan tangan manusia. Itupun juga diberikan pada sebagian besar bangunan masjid ini yang dihiasi oleh keramik yang sama. Inilah yang menjadi pembeda antara masjid tua pada era usmaniyah dengan masjid lainnya.

Sedangkan untuk area khusus ruangan muadzin dan ruangan khusus bagi sultan telah dihiasi oleh keramik buatan tangan manusia. Untuk area khusus yang digunakan oleh sultan menggunakan hiasan keramik motif bunga. Dengan begitu banyaknya keramik buatan tangan didalam masjid ini, tentu akan menjadikan mahakarya para seniman keramik ketika masa itu.

Sedangkan bangunan kubah besarnya jika diamati pada masjid ini mirip dengan kubah beton yang ada di Indonesia. jenis kubah ini sangat tahan dan kokoh kontruksinya. Jadi sangat cocok dibangun pada lokasi masjid yang ada di pegunungan seperti masjid Yesil Cami ini. Hal itu karena di pegunungan kerap terjadi bencana alam atau gempa sehingga membutuhkan konstruksi kubah yang kuat dan kokoh. Selain itu, lokasi ini juga membutuhkan kubah yang tahan terhadap guncangan yang kuat yang dihasilkan gempa.

Dengan begitu, kubah beton telah memenuhi semua criteria tersebut sehingga banyak masjid masjid yang ada didataran tinggi menggunakan kubah beton untuk bangunan masjidnya. Jadi, meskipun telah terjadi gempa, kemungkinan kubah ini retak sangat sedikit sekali. Sehingga kerusakan bisa dicegah dan biaya perawatan bisa diminimalisir.

Dan di Indonesia, salah satu produsen sekaligus kontraktor kubah masjid dapat dilihat diĀ kontraktorkubahmasjid.com yang telah mengerjakan ratusan proyek kubah setiap tahun di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *